Blog EntryPanas boooooooMay 15, '08 6:59 PM
for everyone

Ampun dah, panas banget hari ini. Dari pagi udah liat ramalan, katanya 94 derajat, pas liat di internet ternyata 98 derajat booo. Jadi malas ngapa-ngapain, udah pamit ma teman sekamar, hari ini aku gak masak ya, otakku lagi nolak meracik bumbu, kalo dipaksa ntar yang ada gak enak rasanya, abis lagi bete/bad mood.

Kemarin waktu jemput anak-anak sekolah, kebetulan suami lagi di kampus, jadi jalan kaki. Karena panas dan kering kulit telapak tanganku langsung pecah dan berdarah, padahal kemarin cuma 86 derajat. Kaget juga. Rasanya di Indonesia panas, tapi gak pernah sampe kayak gini. Mungkin karena udaranya lembab kali ya. Pas hari ini jemput anak, gak pake jaim lagi langsung order suami buat jemput. Nyerah deh.

Ramalannya lagi, besok bakalan lebih dahsyat panasnya .


Blog EntryMaafkan ibu, nak.Apr 11, '08 11:48 AM
for everyone

Maafkan ibu, nak.Selama ini ibu hanya memikirkan kebutuhan fisikmu saja. Baju baru, mainan baru, makanan bergizi untuk tubuhmu. Padahal kau layak menerima lebih dari itu. Kau layak ditemani ibu bermain, kau layak dipeluk dan dibelai ibu lebih lama, kau pun masih layak tidur dipangkuan ibu. Tapi ibu tak pernah punya waktu yang cukup untuk itu.

Maafkan ibu, nak. Ibu bahkan terlalu sibuk untuk urusan-urusan yang sebenarnya tak perlu ibu urus, seperti bergosip, baca cerita artis yang bahkan tak ibu kenal, nonton film nominasi Oscar, baca buku yang direkomendasi kritikus. Seharusnya waktu ibu itu, ibu pergunakan untuk mengajari main sepeda atau sekedar mendengarkan keluh kesahmu.

Maafkan ibu, nak. Ibu selalu menuntutmu berlaku sopan dan bertutur lembut. Padahal ibu sering mencontohkan hal-hal yang kurang baik kepadamu. Slordig di rumah maupun roadig di jalan, memotong pembicaraan orang tanpa permisi lebih dulu pun sering ibu lakukan.

Maafkan ibu, nak. Yang selalu menuntutmu untuk berprestasi, yang tidak pernah puas dengan nilai yang kau raih, yang selalu menceritakan joke tentang hal-hal yang memalukan dirimu. Ibu sadar, tak sepantasnya itu ibu lakukan. Seharusnya ibu berterima kasih padamu, karena kau telah bekerja keras untuk membuat ibu bangga.

Maafkan ibu, nak. Ibu hanya manusia biasa yang penuh khilaf. Ibu hanya bisa berjanji untuk lebih baik di hari esok, membimbingmu. Menjaga amanat Sang Pencipta. Tiap malam ibu hanya bisa menangis menyesali waktu yang terbuang sia-sia yang seharusnya ibu lewati bersamamu. Ibu hanya bisa berdoa, Semoga Allah senantiasa membuka jalan, memberi kemudahan untukmu untuk bisa survive dan taft menghadapi kerasnya hidup.

Maafkan ibu, nak.

Ps. Tulisan ini, aku buat bukan untuk menyinggung siapapun, tapi lebih pada introspeksi diri sendiri atas hubunganku dengan anak-anakku. Aku cuma ibu rumah tangga biasa yang gelisah apakah mampu menjalankan legenda pribadiku di dunia ini untuk menjadi seorang ibu yang baik untuk anak-anaknya.

 


Blog EntryTelpon Pagi HariApr 4, '08 7:02 PM
for everyone

Pagi ini, sekitar jam 5, telpon rumahku berdering. Siapa ya? Udah deg-degan takutnya ada berita penting dari Jakarta. Ternyata temanku di Boston, Rahma yang telpon. Sebenarnya aku belum bangun, maklum sekolahku lagi spring break lagipula adzan Shubuh baru jam 5.34 pikirku. Akhirnya aku telpon balik Rahma setelah beres cuci muka dan sikat gigi, rupanya dia sedang dapat musibah. Ibunya meninggal Sabtu lalu. Rahma sedih banget. Memang waktu baru datang ke Boston, January lalu, Rahma sempat cerita, dia khawatir dengan kondisi ibunya yang waktu itu sedang sakit abis jatuh dan mengalami patah tulang.

Aku bisa mengerti perasaannya. Waktu baru 3 minggu menginjakkan kaki di Berkeley. Ayahku tiba-tiba sakit dan harus menjalani operasi prostat. Kaget dan shock banget, karena waktu aku berangkat beliau sehat wal afiat. Ada perasaan bersalah dalam diri. Setiap aku sakit ayah dan ibuku selalu ada disampingku. Bahkan waktu aku dirawat di rumah sakit Mei lalu, ayah ibu meluangkan waktu merawat anak-anakku. Tapi disaat ayah sakit kemarin, aku malah berada di belahan dunia yang lain, ribuan kilometer dari sisinya. Aku cuma bisa nangis aja saat itu. Ibu menenangkanku, ini bukan operasi besar katanya, gak usah khawatir, bantu doa dari sana ya. Alhamdulillah sekarang ayah sudah sehat kembali.

Ini salah satu dilema kita yang berada di negri orang. Tidak ada yang tau sampai kapan usia kita. Yang paling berat meninggalkan keluarga di Indonesia ya kekhawatiran masih adakah kesempatan untuk berkumpul lagi. Setiap doaku, selalu minta semoga aku masih diberi kesempatan berkumpul dan berbakti pada orang tua.

Buat Rahma dan kak Jajang, sabar ya. Sekarang ibu udah tenang dan gak lagi menahan sakit yang berkepanjangan. Semoga ibu mendapat tempat yang layak disisi-Nya sesuai amal perbuatannya.


Blog EntryStupid MeMar 17, '08 6:41 PM
for everyone

Ceritanya minggu ini jadwalnya suamiku bawa snack untuk meeting. Suamiku minta tolong dibuatin Lemper Ayam dan Onde-onde untuk 12 orang peserta meeting. Minggu pagi, aku belanja di toko Asia terdekat rumah yang jaraknya 10 menit kalo naik mobil. Seperti biasanya aku pergi sendiri naik bus, pulangnya baru dijemput suami dan anak-anak, agak repot kalo belanja bawa anak-anak, mereka gak nyaman di dalam toko terlalu lama.

Mungkin saking groginya aku salah liat jam, baru jam 8.36 aku udah berangkat dari rumah, padahal toko itu buka jam 9.00. Jangankan tokonya, mall tempat toko itu berada juga masih tutup. Untung satpamnya baik hati, aku diijinin masuk mall, padahal pintu masuknya masih dikunci, daripada kedinginan diluar katanya. Dalam hati taku juga, abis masih gelap banget, tapi aku liat di dalam toko udah terang dan banyak pegawai mereka yang sibuk menata interior toko. Geli juga sih, abis kayak orang mau dagang lontong, pagi-pagi udah ke pasar (aku pembeli pertama yang nongol di toko hari itu).

Abis keliling belanja dan beli ikan, baru ingat kalo belum ambil tomat. Tanpa liat-liat lagi langsung aja aku dorong stroller yang ada di depanku, pas mau masukin tomat, baru sadar kayaknya aku gak ambil telur deh kok ada telur distrollerku, alamak baru sadar. Ternyata itu bukan strollerku! Stroller ada di kios ikan yang letaknya 15 meter di belakangku. Ealah salah dorong gerobak donk. Belum sempat aku balikin stroller yang salah itu, seorang wanita dibelakangku bilang, "Oh that my stroller, maybe I forgot bring it there, stupid me". Asli aku nahan ketawa sampe sakit perut. Lha wong salahku, kok ya dia yang stupid. 

 


Tadi pagi, pas antar anak-anak sekolah, didepan pintu apartemen ada jurnal bulanan dari UC Berkeley. ada 1 artikel yang mau aku share di blogku, mudah-mudahan manfaat buat teman-teman.

The Child-Safe Green Way to Clean Your Apartment

Did you know that many commercial rugs shampoos have ingredients linked to childhood lukemia? Or that Windex has traces of neurotoxins? You can rid your household of all harsh store-bought cleaners with these simple ingredients:

  • lemon juice
  • white wine vinegar
  • borax
  • salt
  • baking soda

There simple many online sites explaining the use of these simple ingredients for cleaning. Here are the few simple tips:

1. Got mud? For a few fresh mud spot on your carpet or rug, sprinkle with baking soda to cover the spot completely. Wait 20 minutes and then vacuum.

2. Un-color your world. Baking soda to rescue again-this time when crayon is the offender. If you find the waxi color on the clothes and other launderable items, add 1 cup of baking soda to the wash and launder as usual. If the crayon does not come out of the fabric the first go-round, wash the item second time before placing in the dryer (and cheks, as heat from the dryer will set the crayon from the fabric for good).

3. Unwanted all artwork from your litle artist? Crayoned walls can be cleaned with the baking soda paste and scrubbing. Rinse with plain water.

4. A good bleach substitute is a quarter cup of borax in 2 cups of water.

5. Ink can be removed with lemon juice. Let the inked fabric sit in lemon juice overnight. Launder as usual.

6. Bathroom ring from long soak can be removed with full strenght white vinegar applied with a songe or a cloth. Wipe clean. Use a tootbrush and white vinegar to clean grouting.

Murah meriah plus bebas toxin pula. Selamat mencoba.

 


Blog EntryMFM#12: Sosis Solo.Feb 23, '08 7:35 PM
for everyone

Sebenarnya ini aku posting di photo tapi karena logo mfm nya gak mau keluar pas diup load, akhirnya posting lagi. Yang ini khusus buat mbak Yeni tercinta, yang udah sabar banget ngebimbing aku posting logo, thanks ya say.

Bahan Kulit:

  • 4 butir telur
  • 100 ml santan dari 1/4 butir kelapa (aku pake 1 kaleng kecil)
  • 1/2 sdm tepung terigu
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdm minyak goreng untuk olesan

Bahan Isi:

  • 200 gram daging sapi giling (aku pake ayam giling)
  • 100 ml santan dari 1/4 butir kelapa
  • 1 butir telur

Bumbu halus isi:

  • 8 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 1sdt ketumbar
  • 1/8 sdt jintan
  • 3 butir kemiri
  • 1/4 sdt gula pasir
  • 3/4 sdt garam

Cara membuat: Isi; tumis bumbu halus isi hingga matang. Masukkan daging giling, aduk hingga berubah warna. Tambahkan santan, aduk hingga matang. Angkat. Masukka telur selagi panas, aduk rata. Sisihkan

Aduk rata bahan kulit. Panaskan wajan anti lengket, oles dengan minyak goreng. Buta dadar tipis-tipis.

Ambil selembar dadar, sendokkan dengan isi. Lipat kedua ujungnya. Gulung dan padatkan. Rekatkan dengan telur. Kukus 25-30 menit. Angkat. Celupkan dalam kocokan telur lalu goreng hingga kecokelatan.

Resep ini aku ambil dari buku "Kudapan Ringan Isteimewa" serial Sedap Sekejap.

Attachment: download.jpgLOGO%20%20terbaru
Attachment: P2220390.JPG

Blog EntryDari anak kucing ke litle mermaidFeb 13, '08 9:53 PM
for everyone

Dari anak kucing ke litle mermaid, Chika sering aku umpamain kayak gitu. Kalo yang namanya disuruh adus, siram atawa mandi susah banget, banyakan ngelesnya ato alasannya. Lagi bacalah, lagi nontonlah, ngerjain pr lah dan yang paling sering, "Ntar dulu ma, lagi tanggung", mirip anak kucing takut banget ma air. Tapi yang bikin heran kalo udah di bathtub, susah banget diangkatnya persis kayak putri duyung. Bisa 1 jam, kalo belum dipanggil, ya belum sabunan, ampun deh. Masa mau dimandiin terus, sampe kapan?

Belum lagi ritual pake lotion ke seluruh tubuh, bisa makan waktu setengah jam sendirian (itu belum sisiran dan pake acara pilih baju lho). Caranya pake lotion, gak boleh ada kulit yang kelewat, lembut dan merata. Sementara abangnya paling senang disuruh mandi, cuma mandinya gaya cowboy, gak sampe 2 menit udah selesai, bikin aku bingung juga, bersih gak ya mandinya? Yang namanya pake lotion, anak itu paling malas, alasannya masa cowok wangi. Caranya pilih baju, baju apapun yang ada paling atas tumpukan baju. 

Nah bedanya kayak langit dan bumi kan, jadi suamiku udah hafal nyanyianku pagi-pagi. "Chika mandi jangan lama-lama, pake lotionnya cepat, bajunya udah mama pilihin ada di tempat tidur, rambutnya mama yang sisir, mau dikuncir berapa? Maulvi, kalo mandi semua anggota tubuh harus digosok sabun, keramasnya jangan asal aja, jangan lupa pake lotion biar kulitmu gak kering, bajumu udah siap di tempat tidur, jangan lupa rambutnya disisir".

 


Blog EntryNasionalismFeb 8, '08 6:30 PM
for everyone

Waktu jemput anak-anak dari sekolah hari ini, gurunya Maulvi, mrs. Edie Johnson bilang kalo hari itu Maulvi memberinya selembar kertas berisi kata-kata dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia seperti kamus. Sebelah kiri dia tulis bahasa Inggris diberi garis pembatas dan sebelah kanannya bahasa Indonesia. Isinya kira-kira 50-70 kata, juga cuma kata-kata dasar seperti learn, ship,mobil ect. Wow, surprise buat aku, mengingat usianya baru 8 tahun April ini. Memang 2 hari belakangan aku lihat sewaktu dia buat, tapi aku gak nyangka kalo itu bakal dia kasih ke gurunya. Wah bisa nyaingin John M Echols dan Hasan Shadily nih (pengarang Kamus Inggris Indonesia)

Gurunya bilang, alasan Maulvi ngasih itu ke dia, supaya Mrs. Edie tahu sedikit tentang bahasa Indonesia, karena Maulvi kadang masih campur aduk bahasanya ketika dia berbicara. Juga supaya mrs. Edie belajar bahasa Indonesia, jangan cuma Maulvi yang belajar bahasa Inggris. Yang terakhir supaya Indonesia makin ngetop.

Soal nasionalisme, anakku yang satu itu emang udah bakat. Dia selalu diskusi soal itu dengan ayahnya, gimana Indonesia bisa bersaing dengan Amerika. Dia pernah bagi-bagi gambarnya ke teman-teman kelasnya, gambar kapal laut besar kayak Titanic, pesawat terbang, pesawat ulang-alik, mobil tapi semuanya ada gambar bendera Indonesia, dan tulisan by Maulvi Azmiwinata, Indonesia.

2 bulan yang lalu dia bilang gak mau sekolah, karena dia lihat bendera Indonesia di ruangan multi purpose room sekolahnya dipasang terbalik, merah dibawah putih diatas). Memang di sekolah Maulvi banyak anak-anak dari berbagai negara dan sekolah memajang bendera-bendera mereka untuk menandakan ada anak dari negara tersebut yang sekolah disana. Aku bilang mungkin itu bendera Polandia,  dia bilang ada tulisan Indonesia dibawahnya. Aku gak sekolah, masa negaraku dihina. Besoknya aku bilang ke gurunya, mereka minta maaf, mereka cuma salah pasang bukan bermaksud menghina atau melecehkan. Wah Indonesia gak populer komentar Maulvi.

Maulvi selalu bilang, kalo aku besar nanti aku mau jadi pembuat pesawat dari Indonesia, atau jadi nakhoda dengan kapal besar seperti Royal Carribean, tapi dengan nama Indonesia. Pernah juga dia bilang aku mau jadi Presiden USA, supaya ada orang Indonesia yang jadi presiden USA dan aku bakal buka gedung putih untuk orang Indonesia. Amin. Semoga Allah memberi kemudahan buat kamu nak, untuk memajukan Indonesia.


Blog EntryCape Deh....Feb 8, '08 1:31 PM
for everyone

Udah 2 hari ini aku gak sekolah, kena flu dan batuk. Bangun tidur, Rabu pagi sebenarnya udah terasa tenggorokan gatal dan kering (cari kedondong buat garuk gak dapat he..he..he..). Aku udah minum juice sebanyak mungkin, sambil makan jeruk terus, tetap aja besoknya ambruk, badan rasanya lemes banget. Untungnya Kamis, suami kuliah sore jadi bisa antar jemput anak-anak sekolah.

Minggu lalu tepatnya hari Jum'at suamiku yang ambruk gak kuliah dan kerja, bangun tidur badannya demam. Namanya juga roomate jadi nular deh. Akhirnya udah 2 hari, anak-anak sarapan cuma pake sereal dan dinner pake ayam tepung made in Kentucky, sorry ya kids.

Pagi ini sebenarnya udah agak segeran, tapi suamiku masih melarangku sekolah. Doi agak trauma, terakhir sakit kayak gini ujungnya aku harus dirawat di rumah sakit gara-gara salah obat. Lagipula, batuknya masih agak parah, kata si akang, "Badanmu udah kurus, batuk pula, ntar disangka TB, makin gawat deh". Ya nurut aja deh, malu juga kalo batuk terus di kelas.

Gara-gara sakit dari Rabu, homework anak-anak jadi terbengkalai, gak ada yang bantuin mereka. Yang ada pagi-pagi udah heboh, sarapan sambil bikin pr. Karena suami ada kelas pagi, jadi aku harus antar anak-anak sekolah. Saking buru-buru jadi lupa gak bawa kunci,  ingatnya pas nutup pintu apartemen. Ya.... jalan lagi deh minjam kunci ke University Village yang jauhnya 3 blok dari rumah, cape deh... 

Tapi waktu buka MP, ada tamu bawain coklat, makasih ya mbak Yeni. Jadi hilang betenya

 


Blog EntryImagining Life with Only Six FoodsFeb 4, '08 7:19 PM
for everyone

Itu judul essay yang ditugasin guruku disekolah tadi pagi. Kita disuruh milih 6 makanan yang jadi prioritas kita, air, bumbu dan garam gak masuk hitungan. Bingung kan, buat para hedonism kayak kita-kita si pemakan segala, maksudnya apapun yang halal.

Aku pilih beras untuk no.1. Alasannya jelas makanan pokok kita nasi, biar udah makan mie ayam 2 mangkok, belum afdol kalo gak kena nasi he..he..he.. Nasi kering bisa dibuat rengginan untuk snack, bisa juga berasnya digiling jadi tepung beras.

No 2 aku pilih dried beans, kacang-kacangan. Kedelai bisa aku buat tahu dan tempe juga bisa buat kecap dan canola oil. kacang hijau campur tepung beras jadi rempeyek. Kalo aku makan beans bareng produk susu bikin kandungan fiber dan protein sekaligus.

No. 3 susu, aku bisa bikin dairy (butter, cheese dan yogurt).

Untuk no. 4 aku pilih wortel sebagai sayuran favoritku.

Jagung jadi pilihan no.5. Jagung bisa jadi sumber karbohidrat kalo lagi bosan nasi, bisa dibuat corn flakes ato dibuat corn sirup kalu aku butuh gula.

Yang terakhir aku pilih anggur, buah favoritku, bisa dibuat juice, kalo dikeringin jadi snack (raisin). Terakhir bisa difermentasi jadi wine. Suamiku protes, kamu kan gak minum wine. Jawabku, bisa aku jual buat beli roti subway, pho bang, kari India, nasi biryani, dimsum, anything yang aku suka he..he..he.. Lho kan yang disuruh makanan untuk dimasak bukan untuk dimakan.

Kalo dapat tugas ngarang ato bikin essay, paling pusing deh kalo judulnya ditentuin. Seringnya malah gak dapat ide apa yang harus ditulis. Dulu salah seorang temanku paling kesal kalo disuruh ngarang dengan judul berlibur di rumah nenek (jaman sd dulu, itu kan yang paling sering dijadiin judul karangan pelajaran bahasa Indonesia). Alasan temanku, "Nenek gw rumahnya disamping rumah gw, masa tiap  hari gw berlibur di rumah nenek". Wakakakak rupanya ayah ibunya dulu tetangga, setelah married tinggal dekat orang tuanya.


Blog EntryMr. BeanJan 31, '08 6:11 PM
for everyone

Anak pertamaku Maulvi suka aneh-aneh kelakuannya. Sebenarnya dari rasa ingin tahunya yang berlebihan, ditambah agak sembrono. Dari kecil senangnya bertanya tentang semua hal, sekali dijawab dia akan tanya kenapa gitu atau tahu darimana? Gak puas dengan jawaban kita, dia bakal cari di perpustakaan, lewat buku, majalah, internet, film yang berkaitan dengan hal ditanyain, pokoknya pengen tau sampai detail. Jeleknya karena dia berusaha tahu atau bertanya apapun, dia jadi gak fokus akan 1 hal karena semuanya menarik buat dia.

Caranya duduk di kelas pun tidak menatap atau memperhatikan guru, tapi ke menghadap jendela kelas, memang sih dia selalu bisa menjawab pertanyaan atau soal yang diberikan tapi sang guru menganggap he doesn't pay attention.

Yang namanya sembrono, jangan ditanya deh. Buat dia hal biasa kejedot tembok, atau pinggir tempat tidur. Seminggu yang lalu punggungnya lecet, kebentur meja waktu mungut pencil yang jatuh di kolong meja katanya. 2 hari kemudian dia kejedug tembok cukup keras, alasannya, dia lari sambil belok, badannya udah belok, kepalanya belum. Aku cuma bengong, gak abis pikir, kayak mr. Bean. Kok bisa belok tanpa kepala.

Kemarin sore aku dan suami dibuat panik. Maulvi disamping aku, tiba-tiba dia menjerit lalu nangis kesakitan. Aku lihat jari tengah tangan kirinya terjepit kursi lipat. Rupanya dia pengen tahu, apa yang terjadi kalo kursi lipat diduduki bagian belakangnya, ya tentu saja ngelipat, sedangkan tangannya ada diantaranya. Aku pikir biasa aja jadi aku cuma balurin dengan minyak gosok, ternyata 1 jam kemudian jarinya bengkak dan biru. Pantes nangisnya agak lama sampai dia kecapekan lalu tidur, gak biasanya dia seperti itu. Suamiku juga agak khawatir, tulang jarinya retak, karena bengkak dan memar banget, serem deh liatnya. Masih coba berpikir tenang, aku langsung bikin campuran beras kencur, ramuan yang dipercaya bisa nyembuhin luka memar. Tapi kalo sampe malam dia gak bangun dari tidurnya, aku udah niat bawa ke UGD, takutnya pingsan karena luka tersebut. Alhamdulillah setelah dibalut beras kencur, dia bangun dan bilang lapar, lha wong tidur 3 jam pantes aja lapar. Aku tanya jarinya, dia bilang, it's ok dan masih menuruti perintah otakku. Ealah nak, mbok ya kalo mau melakukan percobaan ojo sing nyakiti awakmu tho.


Blog EntrySepatuJan 26, '08 8:23 PM
for everyone

Akhirnya setelah seminggu hujan terus, hari ini cuacanya agak cerah dan hangat. Kita sekeluarga emang udah niat beli sepatu Chika, jadi tambah semangat untuk jalan. Sepatunya yang dibeli dari Jakarta udah jebol, mungkin gak tahan suhu dingin.

Kalo pengen beli sepatu Chika, harus diniatin banget waktunya. Kaki Chika termasuk besar ukurannya, no 3 untuk anak umur 6,5 tahun. Kadang modelnya udah cocok, ukurannya gak ada. Ukurannya cocok, modelnya ABG banget, anakku yang satu ini masih lugu gak cocoklah model ABG. Ditambah lagi Chika itu termasuk anak yang pemilih, gak seperti abangnya, dipakein model apa aja terima mungkin karena cowok kali ya.

Setelah berkeliling dari rak ke rak, ketemu juga, itupun no 3,5. Padahal sebelum berangkat aku udah browsing internet, nyari model dulu pikirku biar agak cepat, tetap aja susah. Kalo di Indo, kadang aku carinya di rak anak kuliah, ukurannya 35-36 sepatu Indonesia. Jadi ingat mamaku yang dulu juga suka ngeluh cari sepatu buatku. Diantara adik-adikku ukuran sepatuku paling besar. Kadang papaku suka ngeledek, kalo mau main ski air gak usah pake sepatu skinya, udah ngambang dengan sendirinya karena panjang dan lebar he..he..he..


Blog EntryMal PraktekJan 22, '08 5:54 PM
for everyone

Ingat judulnya aja udah ngeri, jangan sampe ngalamin deh. Tapi aku sendiri pernah lho ngalamin mal praktek belum lama ini. Rasanya gondok banget, kok bisa dokter menyepelekan nyawa pasien.

Pertengahan tahun lalu, ketika sedang antar anak les renang sore hari mendadak badanku terasa meriang, padahal dari pagi aku ngerasa fit dan gak ada yang salah dengan tubuhku. Sampe dirumah aku langsung minum obat flu, aku pikir gejala flu biasa. Esoknya, suhu tubuhku makin naik jadi 38 derajat celcius, siang itu aku dibawa ke dokter oleh suami. Tapi justru dari situ awal segalanya. Si dokter dengan pedenya memvonis aku sakit batu ginjal, padahal dia tidak melakukan prosedur pemeriksaan, seperti tes darah ataupun tes urin. Dengan ringannya dia menyuruh aku pulang dan menebus obat untuk aku minum.

Karena aku dalam keaadan gak fit untuk berfikir normal dan juga suamiku termasuk awam dengan istilah kedokteran, kita berpikir positif aja tentang penyakitku. Setelah aku minum obat dari dokter, suhu badanku malah melonjak jadi 42 derajat. Omonganku udah ngaco kata orang rumah, kesadaranku juga hilang, sore itu juga suamiku membawaku ke rumah sakit terdekat (rumah sakit Pondoh Indah). Langsung masuk UGD, karena urinku udah darah semua. Setelah melalui serangkaian tes, aku tidak diperbolehkan pulang oleh dokter artinya aku harus rawat inap. Ternyata aku mengalami infeksi saluran kencing dan karena obat yang salah, infeksi itu langsung menyebar ke saluran rahimku. Terlambat sedikit, nyawaku bisa melayang atau rahimku bisa diangkat, oh God. 1 minggu lamanya aku dirawat di rumah sakit.

Marah, sedih, nahan sakit semuanya jadi satu. Pengennya menuntaskan persoalan ini, paling gak dokter itu gak boleh lagi bertindak sembarangan, tapi tau sendiri kasus mal praktek di Indonesia selalu menguap begitu saja. Ditambah lagi 3 minggu kemudian suamiku harus sudah berangkat ke Berkeley. Yang paling mungkin aku lakukan adalah, tidak merekomendasikan nama dokter itu ke orang-orang sekitarku dan mengingatkan keluarga juga teman-teman untuk jangan pernah lupa kan hak kita sebagai pasien, banyak bertanya, melakukan general check up paling tidak setahun sekali. Bila sakit organ tubuh bagian dalam, dokter harus melakukan serangkaian tes sebelum menjatuhkan vonis.


Blog EntryGula MerahJan 19, '08 11:25 AM
for everyone

Waktu aku kecil, simbahku kalo datang berkunjung ke rumah gak pernah absen bawain gula kawung (gula merah yang dibungkus daun kawung). Aku sempat bertanya, "Ngapain sih mbah repot amat lha wong gula merah kan banyak di warung bang Ali sebelah rumah". Jawab mbah, "Tapi kan gula kawung beda, lebih gurih dan jarang ada di Jakarta". Buatku rasanya gak ada beda, sama-sama manis warnanya juga sama hitam.

Sebelum aku barangkat ke Berkeley, sempat nanya juga ke teman yang baru pulang dari Berkeley, bumbu apa aja yang gak ada di Berkeley. Dia bilang semuanya ada cuma kencur aja yang gak ada. Gula merah, daun salam, juga kemiri yang sulit ditemui waktu aku tinggal di Montreal ada semua, dan toko yang jual gak jauh dari kompleks apartemen kami.

Tapi udah hampir 3 bulan aku tinggal disini, belum ketemu juga si gula merah. Aku sempat beli gula merah asal Mexico, rasanya beda. Ingredientsnya cuma sugar and water. Rasanya kurang gurih kalo dibanding gula merah Indonesia dan kerasnya minta ampun deh. Agak ngerepotin kalo kita lagi buru-buru bikin sambel, harus diiris tipis. Sementara aku dan anak-anak masih ngerasain homesick yang kadang cuma bisa diobati dengan makan makanan Indonesia. Liat postingan teman-teman terutama postingan pempek Palembang bikin ngeces. Jadi tambah greget pengen nemu gula merah.

Aku dengar di Chinatwon  San Franscisco ada gula merah. Merayu suami untuk nemenin ke San Franscisco gak berhasil, katanya hidup kok repot amat. Padahal kalo dia lagi bikin sambel terasi pasti komentar rasanya lain karena gula merah yang gak mantap. Akhirnya aku ngajak teman untuk ke San Franscisco naik bart aja disambung bis. Jadilah aku bertiga, aku, Lusi dan tante Endang pergi ke San Franscisco, yang jadi masalah kita bertiga gak ada yang tau jalan. Aku dan tante Endang baru datang, Lusi walaupun udah lama tinggal di San Pablo, belum pernah jalan sendirian ke San Franscisco, biasanya dia naik mobil dan terima turun di tempat. Jadilah selama perjalanan, Lusi sibuk telpon adik dan kakaknya untuk nanyain arah, sementara aku harus terus perhatiin jalan takut kelewat. Tante Endang udah sepuh, jadi kita gak tega bagi-bagi tugas dengan beliau.

Sukses. Akhirnya kita nemu Chinatownnya dan toko yang menjual lengkap bumbu Indonesia. Borong deh, serasa nemu surga (rendah amat ya standar surganya he..he..he..). Waktu di Montreal dulu sebenarnya juga susah nemu gula merah yang cuma ada di Ottawa. Tapi karena biasanya ada saat kita kumpul di kedutaan seperti 17 Agustusan ato Iedul Fitri, kita bisa sekalian mampir dan beli bumbu Indonesia. Dan biasanya kedutaan menyediakan bis khusus rombongan Montreal, jadi berburu bumbunya rame-rame. Kemarin kan niat banget, bertiga doang dan gak ada tau jalan. Kayaknya aku belum pernah mimpi ke San Franscisco cuma buat beli gula merah. Ealah mbah aku kualat kali ya pada dirimu. Aku kangen banget ma gula merah kiriman mbah.


Blog EntryToothfairyJan 17, '08 5:47 PM
for everyone

Tardisi kita, setiap Maulvi dan Chika tanggal gigi susunya, dikasih uang dalam amplop kayak toothfairy. Tapi kita bilang ke mereka kalo uang itu dari aku dan papanya, ibaratnya upah sakit dicabut dan biar mereka gak takut tanggal gigi susunya. Jumlahnya gak besar cuma 1 dollar untuk 1 gigi.

2 hari sebelum aku ke Berkeley, kira-kira 3 bulan yang lalu, salah satu gigi seri Maulvi yang atas, tanggal. Karena saat itu aku lagi sibuk packing dan banyak teman juga kerabat yang datang ke rumah, jadi lupa kasih hadiah uang dalam amplop. Sampai minggu lalu belum tumbuh juga gigi penggantinya, aku sempat worry gusinya mengerut lagi dan space giginya mengecil akibatnya bisa numpuk giginya. Masa gigi kembaran ma' jalan layang Tomang, seliweran gak keruan. Gigi seri yang sebelahnya gak butuh waktu lama untuk tumbuh. Kalo sampai akhir January ini belum tumbuh juga aku mau buat appointment dengan dokter gigi.

3 hari yang lalu aku ingat belum kasih uang buat giginya itu. Aku bilang ke Maulvi mungkin penyebabnya karena kamu belum dapat uang dari toothfairy untuk gigi itu, kalo toothfairy udah kasih uang, mungkin giginya baru tumbuh. Aku langsung kasih 1 dollar saat itu ke dia. Hari ini dengan bangganya dia tunjukkan ke aku, kalo giginya udah tumbuh, ternyata benar si gigi nunggu upahnya.

 


Blog EntryNew PantsJan 16, '08 5:38 PM
for everyone

Hari ini untuk ke 2 kalinya Chika pulang sekolah dengan celana baru. Bukan baru beli di toko, tapi celana ganti yang memang dipersiapkan kalo siswa ngompol ato pipi on the pants. Kemarin waktu kita main ke rumah temanku di San Pablo city, dia juga ngompol disana. Chika gak bisa nahan kencing lama-lama, sebenarnya sama dengan mamanya. Aku kalo disuruh nahan pipis bisa panas dingin. Ada yang punya resep jitu gak buat solve the problem ini?


Blog EntryRitual MakanJan 2, '08 10:39 AM
for everyone

Setiap individu biasanya punya ritual sendiri kalo makan. Ritual disini jangan diartikan upacara besar, maksudnya kegemaran ato kebiasaan tertentu yang dilakukan setiap makan ato paling tidak setiap minggu anda makan makanan itu.

Chika anakku, setiap makan cuma minta 2 hal, ayam goreng atau Indomie. Karena Indomie hanya boleh disantap 1 kali dalam seminggu  (peraturanku), konsekuensinya aku harus masak ungkepan ayam goreng tiap minggu. Setiap jam makan tiba, harus ada ayam goreng di atas meja walaupun cuma 1 potong untuk Chika seorang. Untungnya tiap hari dia lunch di sekolah, jadi paling enggak ada variasi. Dia cuma mau menu ayam goreng digeser dengan Soto Betawi, lebih ribet kan.

Suamiku beda. Kebiasaannya ini cuma timbul kalo dia lagi sekolah. Walaupun gak tiap hari, tiap minggu aku harus masak balado teri. Kalo aku masak yang lain kayak kimlo, biryani, lodeh, gulai kambing dll, kalo ada teri, ujungnya pasti sambil dicampur. Seringnya aku umpetin dulu, biar gak dimakan bareng, kolesterol boo. Makanya kalo teri lagi menghilang dari toko Asia, aku bakal kelimpungan.

Maulvi lain lagi. Tiap makan dia minta susu Milo hangat. Jadi makan apapun minumnya bukan teh botol buat dia, tapi Milo hangat.

Aku kayaknya kalo makan kudu ada kerupuk, ketularan adik iparku, Diki. Kalo gak pake kerupuk, gak seru aja. Favoritku kerupuk bawang yang pinggirannya ada warna-warninya (merah, kuning, hijau). Sayangnya kerupuk model gitu gak ada di Berkeley, kehilangan banget deh, untungnya masih ada kerupuk lain, daripada gak ada.

Tetanggaku disini, asal Medan kalo makan harus ada sambel terasi. Walaupun ada sambel terasi botolan, dia cuma mau sambel terasi segar, gak afdol katanya. Jadi tiap 4-5 hari istrinya harus bikin sambel terasi 1 toples. Kalo di Indonesia sih bisa dimaklumi, kalo disini buat bule-bule yang gak akrab dengan aroma terasi bakal melotot, kamu lagi bakar mayat ya? komentar mereka. Tetanggaku udah kebal, dengan cuek katanya, kalo si bule udah makan pasti bakal ketagihan. Salah satu om ku juga gitu, tiap makan harus ada sambel. Sekali waktu dia tugas ke Spanyol dan Itali selama 2 bulan. Alhasil waktu balik ke Indonesia, badannya yang gemuk jadi kurus. Setiap makan jadi gak nikmat katanya.

Asisten rumahku dulu lebih unik. Setiap makan harus bareng dengan timun. Sambil makan ngegerus klutuk, klutuk, klutuk. Mending kalo timunnya dipotong kecil-kecil, 1 gelondong gede dikunyah gitu aja. Aku sering ngeledek gak ada beda ma perkutut tetangga.

Anda sendiri gimana? Punya ritual khusus juga? Padahal kalo dipikir-pikir itu kan cuma keinginan si anak emas ato lidah. Kalo cuma jadi pelengkap aja mungkin gak apa-apa, seringnya yang terjadi, makan jadi lupa diri, nambah terus kalo pake sang primadona favorit kita. Jadi ingat pesannya om Pepeng (selebritis). Gara-gara menuruti kemauan si anak emas alias lidah, kita terus mengkonsumsi padahal badan kita gak butuh itu, ujungnya asam urat, kolesterol tinggi, tekanan darah naik dll deh. Jadi jagalah lidahmu. Tapi kalo cuma kerupuk gak apa-apa kan om?


Blog EntryPajakDec 27, '07 9:06 PM
for everyone

Rasanya aku udah berniat banget jadi warga negara yang baik, salah satunya bayar pajak. Kok rasanya susah banget ya. Ceritanya aku mau bayar PBB tanahku. Gak mahal cuma Rp. 32000, masalahnya aku gak pernah terima surat SPPTnya (tagihan PBB). Dan itu udah 5 tahun, sejak aku beli tanah itu.

Aku udah lacak dari RT, Kelurahan sampe ke kantor pajak Tangerang. Itupun aku harus muter-muter dulu, dari kantor pusat pajak Tangerang yang dekat bandara Soekarno Hatta. Kata petugasnya untuk wilayahku, aku harus ke kantor yang di Cikokol. Masih semangat aku datangi yang di Cikokol di hari yang sama. "Ibu, untuk wilayah ibu, sebulan terakhir ini dipindah ke kantor yang ada di BSD", kata petugasnya dengan ramah. Bayangin aja kantor pusat kok gak tau. Masih penasaran aku datang ke BSD, biar tuntaslah pikirku. Disana aku gak berhasil juga dapatin SPPTnya.

Dengan modal nekat, pake sedikit gertak aku datangi pak Rtnya, aku bilang mau diurus pengacaraku, kalo aku gak dapat SPPTnya dalam waktu 3 hari, berhasil juga akhirnya dapat SPPT. Pake bohong dikit deh, abis udah mentok. Pas aku mau bayar ke bank daerah yang ditunjuk, jawab tellernya, "offline bu, gak bisa bayar sekarang, udah 3 hari gak ada pembayaran, gak jelas kapan bisa online". My God, susah banget sih mau jadi orang baik. Akhirnya aku titip adikku untuk ngurusin pembayarannya, aku udah harus berangkat ke Berkeley.

Tadi sore, aku baru ingat lagi, langsung aku telpon Arif adikku. Jawabnya,"Bank daerah yang dekat rumah gak mau terima pembayarannya, harus ke bank lain yang kira-kira jaraknya 15-20km dari rumah". Sementara adikku harus kuliah dan kerja, so sampe sekarang belum dibayar, gak bisa dibayar pake ATM pula. Ahhhhhh, Indonesia yang katanya butuh pemasukan dari pajak buat pembangunanlah, pendidikanlah, buat dikorupsi pejabatlah, Gw mau bayar pajak nehhhhhh. Sorry kalo rada sarkas, bete abis sih.


Blog EntryPara Pencari TuhanDec 20, '07 11:40 AM
for everyone

Beberapa hari sebelum Idul Adha aku udah mikir mau sholat Ied dimana dan mau masak apa, biar hari itu agak beda dengan hari-hari lainnya, maklum berada di uncle sam yang penduduknya bukan mayoritas muslim bikin suasana lebaran jadi beda dengan di Indonesia. Akhirnya aku putuskan untuk sholat di hotel Mariot Oakland yang ngadain sholat jam 9 pagi karena Maulvi ada project buat Candy House di kelasnya yang mulai jam 10.30. Lagipula aku dapat giliran masak untuk Teacher Apreciation (wali murid menyiapkan lunch untuk guru-guru disekolah tiap 1 bulan sekali) dan harus diantar ke sekolah sebelum jam 11. Sholat di tempat lain mulainya jam 10, so kayaknya gak keburu untuk acara Maulvi dan antar lunch untuk guru.

Untuk menu lebaran, aku pilih Soto Betawi lengkap dengan perkedelnya. Papaku paling suka Soto Betawi tapi beliau bilang cuma 2 soto betawi yang bikin kangen lidahnya, soto betawi yang ada di Cawang dekat rumah sakit UKI dan soto betawi buatanku. Kalo udah nemu, duh bisa 3 kali nambah makannya, seru deh liatnya. Kalo soto Cawang sih emang enak, tapi kalo sotoku lebih pada rasa cintanya pada anak sendiri kali ya... Buat nyenengin hati anaknya.

Malam takbir kita sekeluarga makan soto, Chika yang biasanya cuma mau ayam goreng, hari itu lahap banget makan soto pake acara nambah pula. Dia bilang ingat mbah Akung. Kita emang sering bawain soto Cawang kalo main ke rumah papa. Suamiku juga gitu, tadinya dia komentar kalo aku terlalu banyak bikin soto, takut gak habis dalam 3 hari nanti bosen katanya. Nyatanya gak sampe 2 hari udah ludes, abis makannya pada nambah semua.

Giliran sholat Ied. Kita udah siap dari jam 8. Jam 8.15 berangkat beriringan dengan tetangga, aku dan suami belum hapal jalan. Tapi yang ada kita terpisah dan malah nyasar di Oakland. Puter-puter sampe jam 9, akhirnya kita putusin untuk antar anak-anak sekolah dan kita sholat di dekat kampus yang mulai jam 10.  Sedih banget deh, coz kalo di Jakarta kita tinggal jalan kaki ke mesjid. Kata suamiku kita kayak Para Pencari Tuhan ditengah gedung bertingkat. Tapi akhirnya justru pengalaman Ied yang ini yang paling berkesan buatku. Akulah Para Pencari-Mu ya Allah (penggalan syair lagu Ungu).

 

 


Blog EntryBroken EnglishDec 15, '07 7:25 PM
for everyone

Judul di atas aku ambil dari satu satu judul Gado-Gado (artikel di Femina).

Waktu kita tinggal di Montreal dulu, Chika berumur 1 sampe 3 tahun, lagi fase adaptasi bahasa. Di Apartemen kita pake bahasa indonesia, aku pikir 2 tahun bukan waktu yang lama, belajar dari pengalaman tanteku yang pernah tinggal di Jepang, pas anaknya pulang stress banget karena gak bisa komunikasi dengan orang-orang sekitarnya, so kita putuskan untuk tetap pake bahasa Indonesia. Di daycarenya dia pake bahasa Perancis, diluar (kalo ke playground, Indonesian Community dll) biasanya pake bahasa Inggris. Nah yang ada dia bingung tuh untuk ngomong. Sekalinya ngomong pake bahasa Broken English ato gado-gado persis kayak tante Ida Kusuma.

Mommy, don't open-open my kaos, please. I found the tutup botol abang. My coat kena vomet. Abang, dilooking for aku dari tadi. Bikin nyengir abis kan.

Beda dengan Maulvi. Trilingualnya sukses. Maulvi bisa dengan cepat transfer, kalo diajak ngomong Indonesia pindah ke Inggris ato Perancis sekalipun. Mungkin karena dia relatif lebih besar dan lebih menyerap bahasa Ibu waktu di Montreal. Tapi anak emang beda-beda.

Saat kita tinggal di Jakarta, asisten rumahku (pembantu) sering ngomong so pelis deh ato hari gini open mindid dikit donk. Serasa berada di Singapura ato Malaysia pas nengok ada di Pondok Cabe. Dipikir-pikir itu kan bahasa Inggris ancur juga.

Sekarang kita tinggal di Berkeley, keluar lagi tuh broken Englishnya Chika. Lampu merah jadi lamp red. Kemarin dia bilang, "Mama aku tau bahasa Inggrisnya Ayo jadi enggak?= Come on so no." Ayo= Come on, jadi= so, enggak=no. Aksen gini "kemon sono". Ancur abis kan.

Tapi jangankan Chika, lha wong bu Ali aja yang lama tinggal di Montreal, suatu hari ke toko komputer dan bilang ke bule penjaga tokonya "the button is dol", maksudnya tombolnya rusak. Ato salah satu teman yang lagi tanya sapu ke ibu kos bilangnya "do you have sweeper", jawab si bule "You mean broom?".

 

 


Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help